TRAVELING

Sajian Mahkota Cantik nan Klasik di Kota Praha

PA| Praha–Masih bernuansa klasik dengan bangunan kuno nan eksotik, Eropa menyajikan sarat sejarah menggambarkan kota tempo dulu. Dialah Praha, kota indah yang menjadi ibu kota Ceko. Keindahan bangunan-bangunan tua ini laksana mahkota, tak heran jika kota ini berjuluk The Crown.

Di Praha, para wisatawan akan disuguhi bangunan-bangunan tua dengan menara-menara menghadap langit. Tak salah jika kota ini selain dijuluki sebagai the Crown juga dijuluki kota seribu menara. Keduanya menggambarkan kemegahan dan keindahan.

Praha merupakan kota yang selamat dari keganasan Perang Dunia II. Ibu kota ini merupakan pecahan dari Cekoslowakia. Pemandangan Wenceslas Square (Vaclavske Namesti), taman di pusat kota yang berbentuk persegi panjang menjadi kenikmatan tersendiri.

Dalam perjalanan trip wisata muslim Eropa, Adinda Azzahra Tour & Travel sejak 2-13 Desember 2018 ini tour leader H. Priyadi Abadi, M.Par mengarahkan wisatawannya menikmati indahnya Praha sebagai tujuan destinasi.

Taman ini semacam selasar atau koridor yang memiliki panjang sekitar 750 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Di ujung taman ada patung Saint Wenceslas sedang menunggang kuda. Di belakangnya ada museum nasional yang indah bergaya neoklasik. Itulah lanskap pusat kota, yang kiri-kananya dipenuhi toko suvenir, hotel, kantor, dan restoran.

Pusat destinasi utama Kota Tua adalah jam astronomi Praha, dikenal sebagai Prazsky Orloj (Prague Orloj). Inilah salah satu dari tiga jam astronomi tertua di dunia, namun menjadi yang tertua yang masih ada. Jam ini diletakkan di sisi selatan menara Old Town Hall – sejumlah bangunan yang saling terhubung dari bawah tanah.

Jam ini secara resmi hadir pada 9 Oktober 1410, lebih dari 605 tahun yang lalu. Jam ini terdiri atas tiga bagian: jam astronomi, patung orang suci, dan kalender. Bagian tertua adalah jam astronomi tersebut, sedangkan bagian kalender dibuat pada 1490. Adapun patung orang-orang suci dibuat pada 1787-1791.

Para turis biasanya menjadikan jam sebagai latar belakang untuk berfoto. Mereka juga bisa naik ke menara dengan menggunakan lift untuk melihat ke bagian dalam. Mereka bisa naik hingga ke balkon yang terletak di atas jam.

Jam astronomi yang menjadi bagian utama dari jam ini dibuat oleh Mikulas z Kadane (Mikulas of Kadan) dan Jan Sindel, dua orang desainer dan pembuat jam. Jam ini dibuat di masa Kaisar Wenceslas IV.

Keindahan kota klasik ini menjadikannya masuk sebagai kota warisan dunia oleh Unesco pada tahun 1992. [fro]

 

Published: 07/12/18

Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF)

Direktur Utama Adinda Azzahra Grup

Founder & CEO Muslim Holiday Konsorsium

Ketua Umum ATLMI (Asosiasi Tour Leader Muslim Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *