TRAVELING

Haga Sophia, Bangunan yang Menyimpan Tiga Peradaban

PA| Istanbul– Perjalanan rombongan Adinda Azzahra Tour & Travel ke Turki pada 19-26 April 2019 ini salah satunya berkunjung ke bangunan tua berumur lebih dari 5 abad, yaotu Haga Sophia di Istanbul. Selain itu juga menyinggahi enam kota lainnya, seperti Ankara, Konya, Bursa, Cappadocia, Pamukkale, dan Kusadasi.

Seni bangunan seperti dome nampak terlihat megah di Istanbul Turki, itulah Hagia Sophia. Sebuah bangunan museum bersejarah yang dulunya pernah menjadi gereja dan masjid. Hagia Sophia terletak di Sultan Ahmet Mahallesi, Ayasofya Meydani, Istanbul, Turki.

Bangunan tua ini berumur hampir 5 abad dan memiliki sejarah yang panjang. Saat ini, Hagia Shopia difungsikan sebagai museum, awal diberlakukannya sebagai museum adalah pada tahun 1935. Sebelumnya, fungsi bangunan tua Hagia Sophia adalah sebagai gereja dan masjid. Tak heran jika Haga Sophia menyimpan tiga peradaban, gereja, masjid dan museum.

Perubahan fungsi tersebut dimulai pada saat runtuhnya Emperium Usmaniyah dan digantikan dengan Republik Turki yang dibangun oleh Mustafa Kemal Pasha, atau biasa dikenal dengan Attaturk.

Sebelum menjadi masjid, bangunan Hagia Sophia sebelumnya menjadi Gereja terbesar yang pernah dibangun oleh Dinasti Romawi Timur di Konstantinopel, dan pernah tiga kali dibangun pada lokasi yang sama.

Gereja pertama dibangun oleh Kaisar Konstantios (337-361) pada tahun 360, kemudian Gereja kedua  dibangun pada masa kekaisaran Theodosios II (408 – 450), kemudian pembangunan yang terakhir dibangun oleh Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles) atas perintah dari Kaisar Justinianos (525-565).  

Pembangunan terakhir dilakukan oleh Muhamad Al-Fatih, tepatnya pada tanggal 23 Maret 1453, setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel. Akhirnya nama Konstantinopel diganti dengan Istanbul, kemudian melakukan perbaikan perbaikan bekas tempat peribadatan umat lain di wilayah tersebut, termasuk masjid Hagia Sophia.

Pada saat runtuhnya Emperium Usmaniyah, dan dirubah menjadi Republik Turki dibawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attarturk, Hagia Sophia kemudian dialihfungsikan menjadi Museum pada tanggal 1 Februari 1935, dan sejak saat itu seluruh aktifitas muslim terhenti di Hagia Sophia.

Upaya mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai masjid baru-baru ini dilakukan oleh Presiden Erdogan, tepatnya pada tahun 2013. Namun respon yang buruk datang dari beberapa warga turki yang tetap menolak keputusan tersebut.

Akhirnya pada tahun2016, Hagia Sophia kembali diizinkan menjadi tempat beribadah umat muslim selama bulan suci Ramadhan saja. Setelah Ramadhan selesai, Hagia Sophia difungsikan kembali sebagai Museum.

Lokasi Hagia Sophia berhadapan dengan Blue Mosque. Dari taman Blue Mosque, tampak kemegahan Hagia Sophia demikian pula sebaliknya. Untuk masuk ke Hagia Sophia harga tiket masuknya adalah 25 Lira.

Penasaran dengan Haga Sophia? Daftarkan segera perjalanan tour Anda hanya di Adinda Azzahra Tour & Travel, dengan dipandu langshung oleh tour leader profesional yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di wilayah Eropa. [fro]

Published: 26/04/19

Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF)

Direktur Utama Adinda Azzahra Grup

Founder & CEO Muslim Holiday Konsorsium

Ketua Umum ATLMI (Asosiasi Tour Leader Muslim Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *